Selasa, 11 Oktober 2011

MANFAAT & ETIKA DARI SISTEM INFORMASI

Dengan meningkatnya perkembangan pengguna komputer di era globalisasi sekarang ini tentu mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap etika dan manfaat sistem informasi di masyarakat. Bisa memberikan keuntungan atau bisa jadi menimbulkan masalah baru. Untuk itu perlu kita pelajari apa itu sistem informasi, penggunaan komputer di pasar Internasional, Implikasi Etis dari Teknologi Informasi dan apa saja etikanya serta manfaat dari sistem informasi.

I. Pengertian Sistem informasi dan Sistem informasi Manajemen.
Sistem informasi adalah kombinasi dari teknologi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi untuk mendukung operasi dan manajemen. Sistem informasi juga dianggap sebagai bahasa semi formal yang mendukung manusia dalam pengambilan keputusan dan tindakan. Sistem informasi merupakan fokus utama dari studi untuk disiplin sistem informasi dan organisasi informatika
Suatu sistem informasi dibuat untuk suatu keperluan tertentu atau untuk memenuhi permintaan penggunaan tertentu, maka struktur dan cara kerja sistem informasi berbeda-beda bergantung pada macam keperluan atau macam permintaan yang harus dipenuhi.
Sedangkan sistem informasi manajemen adalah bagian dari pengendalian internal suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi, dan prosedur oleh akuntansi manajeman untuk memecahkan masalah bisnis seperti biaya produk, layanan, atau suatu strategi bisnis.

II. Penggunaan Komputer di Pasar Internasional        
a)      Model Perusahan Multinasional.
Perusahaan Multinasional  (Multinational corporation) atau MNC adalah perusahaan  yang beroperasi melintasi berbagai produk, pasar, dan budaya. MNC terdiri dari perusahaan induk dan anak-anak perusahaan. Anak-anak perusahaan tersebut secara geografis dan masing-masing mungkin memiliki tujuan, kebijaksanaan, dan prosedur tersendiri.

  b.)  Strategi Bisnis Global.
1.     Strategi Multinasional
Perusahaan induk memberikan kebebasan kepada anak perusahaan untuk mengembangkan produk dan praktek mereka sendiri serta senantiasa memberikan pelaporan keuangan (desentralisasi). Strategi ini menimbulkan kendurnya pengendalian oleh perusahaan induk (kantor pusat), dan sistem informasi memudahkan desentralisasi dalam pengambilan keputusan strategis serta terdiri dari proses dan database yang beridiri sendiri (oleh anak perusahaan).

2.     Strategi Global
pengendalian ada di perusahaan induk (sentralisasi proses & database). Perusahaan berusaha memenuhi kebutuhan pelanggan di seluruh dunia dengan produk-produk standar. Produk untuk seluruh pasar dunia diproduksi secara sentarl dan dikirimkan ke anak-anak perusahaan. Hal tersebut mengakibatkan sebagaian besar kapasitas sistem informasinya berlokasi diperusahaan induk dan terdapat sentralisasi proses dan database. Pengendalian sangat ketat dan strategi diatur oleh pusat.

3.     Strategi Transnasional
Perusahaan induk dan semua anak perusahaan bekerja sama memformulasikan strategi dan kebijakan operasi, mengkoordinasikan logistik agar produk mencapai pasar yang tepat. Tercapainya efisiensi dan integrasi global serta fleksibilitas di tingkat lokal.

c.)   Strategi Penerapan GIS
Bila suatu MNC mengikuti strategi multinasional, diperlukan sejumlah tim pengembangan yang bekerja di sejumlah anak perusahaan.
Bila strategi global yang diikuti, tim pengembangan GIS mengerjakan sebagian besar tugasnya di perusahaan induk.
Bila strategi internasional ang diikuti, satu atau sejumlah tim pengembangan dapat berpergian dari perusahaan induk ke anak-anak perusahaan
Bila strategi transnasional  yang diikuti, tim pengembangan menyertakan wakil-wakil dari perusahaan induk dan anak perusahaan .

III. Implikasi Etis dari Teknologi Informasi

1.     Pengertian Moral, Etika dan Hukum

·         Moral adalah tradisi kepercayaanmengenai perilaku benar dan salah. Moral bisa merupakan institusi social dengan suatu sejarah dan daftar peraturan.
·         Etika adalah satu set kepercayaan, standar atau pemikiran yang mengisi suatu individu, kelompok atau masyarakat.
·         Hukum adalah peraturan perilaku frmal yang dipaksakan oleh otoritas berdaulat.

2.     Perlunya Budaya Etika.
Hubungan antara CEO dengan perusahaan merupakan dasar budaya etika. Jika perusahaan harus etis maka manajemen puncak harus etis dalam semua tindakan maupun perkataan. Manajemen puncak memimpin dengan memberikan contoh. Perilaku ini merupakan budaya etika.
Para eksekutif menekankan budaya etis pada organisasi mereka ke dalam tiga lapis, yaitu :
·        Mereka menetapkan credo etika
·        Mereka membuat program-program etika
·        Mereka menyesuaikankode etik pada perusahaan mereka.

3.     Hak sosial dan Komputer Strategi GIS

1)    Hak atas Komputer
·        Hak atas akses computer
·        Hak atas keahlian computer
·        Hak atas spesialis computer
·        Hak atas pengambilan keputusan computer

2)    Hak atas informasi
·         Hak atas privacy
·         Hak atas accuracy
·         Hak atas property
·         Hak atas accessibility

3)    Hak Keahlian
4)    Hak Spesialisasi
5)    Hak Pengambilan Keputusan

Referensi :

o    Modul : Sistem Informasi Manajemen, Djoko Sutono, Ak


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar